The Fed Sebut Bank Besar AS Lebih Aman

New York: Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bank-bank terbesar Amerika Serikat (AS) tidak diragukan sudah lebih aman daripada sebelum krisis keuangan 2007-2009. Diharapkan kondisi ini bisa terjaga atau ketahanan bisa ditingkatkan lebih baik lagi di masa mendatang.

“Kemampuan the Fed untuk menggunakan kebijakan moneter guna menjaga sistem keuangan hampir sama dengan era sebelum krisis,” kata Kashkari, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 19 Januari 2019.

Kashkari, yang juga seorang kritikus bank-bank besar menambahkan, karena suku bunga acuan rendah berarti the Fed memiliki lebih sedikit ruang untuk memotong kebijakan guna mengimbangi penurunan dan the Fed sekarang memiliki banyak pengalaman dengan alat non-tradisional seperti pelonggaran kuantitatif yang juga dapat digunakan.

Kashkari membuat komentar dalam debat publik yang diadakan oleh Intelligence Squared AS di New York City, di mana ia dan Profesor Universitas Harvard Jason Furman membela gagasan bahwa sistem keuangan lebih aman daripada 10 tahun yang lalu.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic sebelumnya mengatakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (the Fed) mungkin hanya perlu menaikkan suku bunga sekali pada 2019. Kegelisahan para eksekutif bisnis tentang ekonomi dan perlambatan global merupakan faktor yang menahan bank sentral AS menaikkan suku bunganya.

“Saya satu langkah untuk 2019,” kata Bostic.

Meskipun pertumbuhan ekonomi AS lebih cepat dari yang diharapkan pada 2018 dan mendorong the Fed menaikkan suku bunga empat kali, Bostic mengatakan, kontak-kontak bisnisnya tampak kurang percaya tentang bulan-bulan mendatang, sementara “awan” telah berkembang di luar negeri.

“Awan, kegugupan, telah membawa saya ke suatu tempat di mana saya ingin memastikan bahwa kita tidak bertindak terlalu agresif,” kata Bostic dalam sebuah acara di Rotary Club of Atlanta.

(ABD)