Reli Wall Street Dorong Harga Minyak Naik

New York: Harga minyak dunia sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), didukung oleh reli pasar ekuitas Amerika Serikat (AS) dan kesepakatan pengurangan pasokan oleh OPEC. Akan tetapi kenaikannya dibatasi oleh data yang menunjukkan meningkatnya persediaan produk olahan AS dan rekor produksi minyak mentah.

Mengutip Antara, Kamis, 17 Januari 2019, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik USD0,68 menjadi ditutup pada USD61,32 per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik USD0,20 menjadi menetap pada USD52,31 per barel di New York Mercantile Exchange.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 141,57 poin atau 0,59 persen menjadi ditutup di 24.207,16 poin. Indeks S&P 500 bertambah 5,80 poin atau 0,22 persen, menjadi berakhir di 2.616,10 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 10,86 poin atau 0,15 persen, menjadi ditutup di 7.034,69 poin.

Minyak mentah mendapat dukungan dari perjanjian pemangkasan pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen utama non-OPEC, Rusia. Kelompok ini sepakat pada Desember untuk memangkas produksi minyak gabungan sebesar 1,2 juta barel per hari mulai Januari. 

“Pasar sedang berkonsolidasi. Untuk melihat apa pendorong kami selanjutnya, kami akan memantau untuk melihat apakah pemotongan (produksi) bekerja, jika anggota-anggota yang menyetujui mereka mematuhi mereka,” kata Direktur Riset Pasar Tradition Energy Gene McGillian.

Terlepas dari pengurangan produksi, peningkatan produksi minyak mentah di Amerika Serikat dapat menekan harga. Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan produksi minyak mentah AS pekan lalu naik ke rekor 11,9 juta barel per hari, karena ekspor minyak mentah melonjak mendekati rekor tertinggi hampir tiga juta barel per hari.

“Stok bahan bakar minyak AS naik lebih besar dari perkiraan dan naik untuk minggu keempat berturut-turut,” kata EIA.

EIA menilai produksi minyak mentah AS diperkirakan akan tumbuh tahun ini ke rekor di atas 12 juta barel per hari, dengan negara tersebut berubah menjadi eksportir minyak mentah bersih pada akhir 2020. Stok bensin AS naik 7,5 juta barel, jauh melebihi ekspektasi para  analis dalam jajak pendapat untuk kenaikan 2,8 juta barel. 

(ABD)