Penguatan Saham Apple-Facebook Dorong Wall Street Menghijau

New York: Indeks S&P 500 di Wall Street melonjak ke level tertinggi tiga minggu pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dipimpin oleh Apple, Amazon, Facebook dan saham-saham industri. Kondisi itu terjadi di tengah spekulasi bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka.

Mengutip Antara, Rabu, 9 Januari 2019, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,09 persen menjadi berakhir pada 23.787,45 poin, sedangkan S&P 500 naik 0,97 persen menjadi 2.574,41 poin, dan Komposit Nasdaq menambahkan 1,08 persen menjadi 6.897,00 poin. Sektor keuangan adalah satu-satunya komponen indeks S&P yang tidak naik.

Reli tiga hari dimulai pada Jumat, 4 Januari setelah data pekerjaan AS yang kuat dan komentar dovish tentang suku bunga oleh Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell telah mengangkat S&P 500 lebih dari sembilan persen dari posisi terendah 20 bulan yang tersentuh sekitar Natal. Indeks S&P 500 telah menguat dalam tujuh sesi dari sembilan sesi terakhir.

Amerika Serikat dan Tiongkok akan memperpanjang perundingan perdagangan di Beijing untuk hari ketiga yang tidak dijadwalkan, kata seorang anggota delegasi AS, ketika dua negara ekonomi terbesar di dunia itu berusaha menyelesaikan sengketa perdagangan yang getir. Sejauh ini, para pejabat dari kedua belah pihak terdengar optimistis.

“Anda sedang melihat beberapa negosiasi terjadi dan pasar mulai berpikir bahwa mungkin kita akan mulai melihat penyusunan kerangka kerja,” kata Kepala Ekuitas Global PineBridge Investments Anik Sen. Sektor industri S&P yang sensitif terhadap perdagangan naik 1,41 persen.

Saham Boeing Co melonjak 3,79 persen, memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan Dow Jones, setelah perusahaan mengatakan telah membuat rekor dengan mengirimkan 806 pesawat pada 2018. Apple Inc naik 1,91 persen, mendapatkan kembali kekuatannya setelah pekan lalu memperingatkan permintaan yang lebih lemah untuk iPhone-nya.

Tetapi kenaikan sektor teknologi dibatasi oleh penurunan saham-saham produsen cip, setelah Samsung menyalahkan penurunan laba kuartalan sekitar 29 persen karena permintaan cip yang lemah. Indeks Philadelphia Semiconductor turun 0,49 persen. Menambah kesengsaraan, Goldman Sachs meramalkan tahun yang sulit bagi para pembuat cip, terutama di paruh pertama.

(ABD)