Ketidakpastian Brexit Picu Harga Emas Dunia Menguat

Chicago: Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), di tengah gejolak ketidakpastian Brexit di Inggris. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik USD5,40 atau 0,42 persen menjadi menetap di USD1.293,80 per ons.

Mengutip Antara, Kamis, 17 Januari 2019, setelah kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa May dan Uni Eropa sangat ditolak di Parlemen Inggris pada Selasa malam, para investor berusaha mencari aset-aset safe haven seperti emas. Ketidakpastian global biasanya membuat logam mulia ini menjadi incaran para investor.

Meskipun May sedikit terselamatkan dari mosi tidak percaya tetapi ketidakpastian politik dan kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan terus mendukung harga emas lebih tinggi. Perusahaan-perusahaan Inggris telah mendesak Pemerintahan May untuk mengambil tindakan segera memperkenalkan rencana B guna menghindari Brexit yang kacau.

Sementara itu, penutupan sebagian pemerintahan yang berkepanjangan dari pemerintah federal AS juga mendukung logam kuning. Ketua DPR AS Nancy Pelosi dilaporkan mengirim surat kepada Presiden Donald Trump, memintanya untuk menunda pidato kenegaraan, atau mengirimkannya secara tertulis, karena penutupan itu.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik sebanyak 1,8 sen AS atau 0,12 persen menjadi ditutup pada USD15,638 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April naik sebanyak USD7,8 atau 0,97 persen menjadi USD807,90 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 141,57 poin atau 0,59 persen menjadi ditutup di 24.207,16 poin. Indeks S&P 500 bertambah 5,80 poin atau 0,22 persen, menjadi berakhir di 2.616,10 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 10,86 poin atau 0,15 persen, menjadi ditutup di 7.034,69 poin.

Saham melonjak 9,54 persen, kenaikan satu hari terbesar dalam sekitar 10 tahun terakhir. Bank investasi ini melaporkan hasil kuartal keempat dengan laba per saham mencapai USD6,04, secara mudah melampaui estimasi para analis.

Sementara itu, pendapatan Goldman Sachs di kuartal yang sama mencapai USD8,08 miliar, melebihi perkiraan. Bank of America juga memberikan rekor laba, mengirim harga sahamnya melonjak lebih dari tujuh persen.

(ABD)