Harga Minyak Lanjutkan Penguatan

New York: Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), memperpanjang kenaikannya untuk hari kesembilan berturut-turut. Hal itu terjadi setelah Arab Saudi mengumumkan volume pengurangan produksi untuk Januari dan Februari.

Mengutip Antara, Jumat, 11 Januari 2019, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik USD0,23 menjadi menetap pada USD52,59 per barel di New York Mercantile Exchange. Patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik USD0,24 menjadi ditutup pada USD61,68 per barel di London ICE Futures Exchange.

Arab Saudi, pemasok minyak utama dunia, mengumumkan akan mengurangi pasokan minyak dalam dua bulan terakhir. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan produsen minyak akan memotong produksinya menjadi 7,2 juta barel per hari (bph) pada Januari, turun dari 8,0 juta barel per hari pada November.

Dia juga mengumumkan pengurangan produksi akan naik dengan pengurangan 100 ribu barel per hari tambahan pada Februari. Sedangkan Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan kekhawatiran kelebihan pasokan global berkurang lebih lanjut karena persediaan minyak mentah komersial AS turun 1,7 juta barel pada pekan yang berakhir 4 Januari.

Adapun kondisi itu menandai penurunan terbesar sejak November 2018. Penurunan persediaan minyak Amerika Serikat terjadi di tengah meningkatnya impor minyak mentah, yang mencatat rata-rata 7,8 juta barel per hari (bph) pekan lalu.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,80 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir di 24.001,92 poin. Indeks S&P 500 bertambah 11,68 poin atau 0,45 persen, menjadi ditutup di 2.596,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 28,99 poin atau 0,42 persen, menjadi 6.986,07 poin.

Saham Mac’s anjlok hampir 18 persen menjadi ditutup pada USD26,11 per saham setelah melaporkan penjualan liburan yang lemah untuk 2018, dan memangkas prospek pendapatannya pada tahun ini.

(ABD)