Fed: Pertumbuhan Ekonomi AS Moderat hingga Januari 2019

Washington: Federal Reserve atau the Fed mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) melihat pertumbuhan yang moderat dari Desember 2018 ke Januari 2019. Sementara itu, perusahaan menjadi kurang optimistis karena ada berbagai macam risiko penurunan pertumbuhan ekonomi.

Beige Book bank sentral AS merupakan laporan yang berisi potret ekonomi yang diperoleh dari diskusi dengan kontak-kontak bisnis di semua 12 distrik the Fed. Dalam Beige Book pandangan umumnya tetap positif, tetapi banyak distrik melaporkan bahwa perusahaan menjadi kurang optimistis dalam menanggapi peningkatan volatilitas pasar keuangan.

“Termasuk penaikan suku bunga jangka pendek, penurunan harga energi, dan meningkatnya perdagangan, serta ketidakpastian politik,” tulis the Fed dalam laporan tersebut, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 19 Januari 2019.

The Fed mengatakan mayoritas distrik melaporkan manufaktur berkembang dengan laju pertumbuhan yang lebih lambat, terutama di sektor otomotif dan energi. Sementara itu, pertumbuhan sektor jasa nonkeuangan dan sektor energi juga melemah di beberapa distrik the Fed.

Berbicara mengenai status ketenagakerjaan dan tingkat harga, dua faktor utama untuk memutuskan kebijakan moneter, the Fed mencatat perusahaan tengah berjuang untuk menemukan pekerja pada tingkat keterampilan apapun di pasar tenaga kerja AS, sementara harga input naik di sebagian besar distrik.

“Laporan sering menyebutkan kenaikan harga material dan pengiriman karena sumber biaya naik, dan sejumlah distrik mengatakan bahwa tarif yang lebih tinggi juga merupakan faktornya,” kata the Fed.

Secara teoritis, pasar tenaga kerja yang ketat dan tingkat harga yang meningkat dapat mendesak pejabat the Fed untuk terus menaikkan suku bunga jangka pendek guna menghindari ekonomi yang terlalu panas. Namun, pernyataan baru-baru ini yang dibuat oleh pembuat kebijakan the Fed mengirim sinyal lebih dovish pada penaikan suku bunga di masa depan.

“Kami berada di tempat di mana kami bisa sabar dan fleksibel dan menunggu dan melihat apa yang berkembang,” ungkap Ketua the Fed Jerome Powell.

(ABD)