Dolar AS Terus Unjuk Gigi

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) memperpanjang kenaikan pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Hal itu terjadi karena investor terus mencerna pernyataan terbaru Ketua Federal Reserve AS dan pejabat the Fed lainnya yang meningkatkan taruhan mereka pada penaikan suku bunga yang lebih sedikit di 2019.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 12 Januari 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,13 persen menjadi 95,6708 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1465 dari USD1,1499 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2845 dari USD1,2744 pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia naik menjadi USD0,7206 dibandingkan dengan USD0,7182. USD membeli 108,48 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,42 yen Jepang pada sesi sebelumnya. USD naik menjadi 0,9844 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9842 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3271 dolar Kanada dari 1,3227 dolar Kanada.

Ketua the Fed Jerome Powell menekankan kesabaran dalam pembuatan kebijakan di bank sentral dalam sebuah forum di Economic Club of Washington. Ia menambahkan bahwa kebijakan the Fed dapat bergerak secara fleksibel dan cepat jika data ekonomi tampaknya menguntungkan.

Pernyataan Powell sejalan dengan sikap hati-hati Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tentang kebijakan moneter the Fed, yang ditunjukkan dalam risalah rapat kebijakan 18-19 Desember yang dirilis pada Kamis.

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Charles Evans mengatakan the Fed memiliki kapasitas yang baik untuk menunggu dalam hal menentukan apakah akan menaikkan suku bunga atau tidak.

Selain itu, Indeks Harga Konsumen AS turun pada Desember untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan sebesar 0,1 persen, juga angka terlemah sejak Maret tahun lalu, menurut Departemen Tenaga Kerja.

Para analis mengatakan data hangat mengindikasikan tekanan inflasi ringan, yang akan memberi the Fed kelonggaran untuk mempertimbangkan keputusan kenaikan suku bunga akhir tahun ini.

(ABD)