Dolar AS Perkasa Usai Pemungutan Suara Brexit

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) perkasa pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) terhadap poundsterling Inggris setelah pemungutan suara Brexit. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik sebanyak 0,45 persen pada 96,0388 di akhir perdagangan.

Mengutip Xinhua, Rabu, 16 Januari 2019, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1400 dari USD1,1465 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2836 dari USD1,2865 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7193 dari USD0,7198.

Sementara itu, USD membeli 108,58 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9881 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9813 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3282 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3267 dolar Kanada.

Poundsterling telah jatuh lebih dari satu persen terhadap USD segera setelah penolakan besar-besaran Parlemen Inggris terhadap kesepakatan Brexit. Namun, poundsterling mengurangi beberapa kerugian karena investor melihat adanya kemungkinan terjadinya keputusan Brexit keras.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 155,75 poin atau 0,65 persen menjadi ditutup di 24.065,59 poin. Indeks S&P 500 bertambah 27,69 poin atau 1,07 persen, menjadi berakhir di 2.610,30 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 117,92 poin atau 1,71 persen, menjadi 7.023,83 poin.

Saham Netflix ditutup 6,5 persen lebih tinggi setelah raksasa streaming online itu dilaporkan menaikkan harga berlangganan bulanannya di Amerika Serikat. Beberapa kenaikan harga bahkan melonjak sebanyak 18 persen, kenaikan terbesar sejak debut layanan streaming pada 2007.

Saham Facebook, Apple, Amazon, dan induk perusahaan Google Alphabet, semuanya diperdagangkan positif dan naik sedikitnya dua persen pada penutupan. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 meningkat, dengan teknologi naik 1,5 persen, berada di antara yang berkinerja terbaik.

(ABD)