Dolar AS Menguat Tipis

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) sedikit menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah data ekonomi yang kuat dan harapan pemulihan sengketa perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Mengutip Antara, Jumat, 18 Januari 2019, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik tipis 0,01 persen menjadi 96,0658. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1390 dari USD1,1398 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2987 dari USD1,2870 pada sesi sebelumnya. 

Sementara itu, dolar Australia naik menjadi USD0,7200 dibandingkan dengan USD0,7176. Dolar AS dibeli 109,26 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,92 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9937 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9906 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3266 dolar Kanada dari 1,3249 dolar Kanada.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan dalam pekan yang berakhir 12 Januari, angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal Amerika Serikat, ukuran kasar untuk pemutusan hubungan kerja (PHK), mencapai 213 ribu, turun 3.000 dari tingkat tidak direvisi minggu sebelumnya. Angka itu lebih rendah dari konsensus pasar.

Sementara itu, rata-rata pergerakan empat minggu lebih stabil sebesar 220.750, penurunan 1.000 dari rata-rata yang tidak direvisi minggu sebelumnya sebesar 221.750. Dolar AS juga relatif stabil menyusul sebuah laporan bahwa Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin telah mempertimbangkan pelonggaran tarif yang dikenakan pada produk-produk impor dari Tiongkok.

Mnuchin membahas tentang pengangkatan sebagian atau semua tarif barang-barang Tiongkok dan menyarankan untuk menawarkan pengembalian tarif selama perundingan perdagangan yang dijadwalkan 30 Januari, Wall Street Journal melaporkan, mengutip orang-orang yang akrab dengan pertimbangan internal.

(ABD)