Bursa Saham AS Ditolong Meredanya Tensi Dagang AS-Tiongkok

Illustrasi. Dok : AFP.

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) membukukan kenaikan yang solid untuk minggu kedua di 2019. Kenaikan ini karena sinyal meredanya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) mulai mereda.

Dikutip dari Xinhua, Minggu, 13 Januari 2019, selama satu minggu ini indeks Dow Jones naik 2,4 persen, S&P 500 naik 2,5 persen, dan Nasdaq melonjak 3,5 persen.

Ketiga indeks utama berakhir di wilayah hijau selama empat sesi berturut-turut dalam sepekan terakhir karena negosiasi antara dua negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi di dunia menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Di sisi ekonomi, Bank Sentral AS atau The Fed  merilis ringkasan pertemuan Desember, yang menunjukkan bank sentral tak akan tergesa-gesa untuk menaikkan suku bunga.

Para pejabat The Fed mengakui bahwa jalur kebijakan ke depan masih kurang jelas setelah kenaikan suku bunga pada pertemuan terakhir mereka.

Risalah menunjukkan beberapa anggota berpikir kurangnya tekanan inflasi berdampak kepada tak pentingnya kenaikan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Risalah timbul setelah Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan pengetatan moneter lebih lambat pada pekan lalu.

Dia mengatakan para pejabat Fed terus mengawasi suara-suara investor pasar keuangan, dan menjawab kritik bahwa kebijakan Fed tak fleksibel serta berusaha untuk memantau perkembangan ekonomi secara real-time.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump mencuit dalam akun media sosialnya bahwa ia akan membatalkan perjalanannya ke Forum Ekonomi Dunia tahunan di Davos akhir bulan ini karena penutupan pemerintahan AS akibat deadlock di parlemen.

Investor khawatir bahwa penutupan pemerintah AS secara berkepanjangan dapat merugikan ekonomi dan pasar keuangan global.

 

(SAW)